Minggu, 15 April 2012

Manusia dan Cinta Kasih


Tema penulisan kali ini tentang hakikat manusia yang di mana setiap manusia pasti mempunyai rasa cinta dan kasih sayang kepada manusia lainnya, baik itu kepada lawan jenis, saudara, teman, kekasih, ayah, ibu, keluarga, dan lain-lain. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan diberikan perasaan yang berupa rasa cinta dan kasih sayang kepada sesamanya. Pernahkah kalian merasakan yang namanya jatuh cinta? Pasti kita semua pernah merasakan perasaan itu, baik yang pernah mengungkapkannya maupun yang masih memendamnya di dalam hati. Hal itu normal-normal saja. Hal yang menjadi tidak normal adalah ketika seseorang mengatakan kalau dia tidak pernah merasakan perasaan yang berupa cinta dan kasih sayang.
Cinta itu merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Begitu pula dengan kasih sayang yang sangat erat kaitannya dengan cinta. Berdasarkan arah pandanganya, cinta kasih manusia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Cinta kasih secara vertikal yaitu meliputi cinta kasih terhadap Tuhan sebagai sang pencipta, termasuk apapun yang berhubungan langsung dengan Tuhan itu sendiri. Seperti Cinta kasih terhadap Agama, Nabi, KitabSuci, Malaikat, dan lainnya.
  2. Cinta kasih secara horisontal yaitu meliputi cinta kasih terhadap lingkungannya. seperti Cinta kasih terhadap antar sesama Manusia, Alam, Hewan dan Tumbuhan. 
Namun di antara itu semua, salah satu kasih sayang yang sangat penting adalah kasih sayang yang diberikan oleh orang tua kepada kita. Kasih sayang mereka tidak akan termakan oleh waktu hingga ajal menjemput mereka. Mengapa? Karena setiap saat dan setiap waktu mereka akan selalu memberikan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada anaknya.
Demikianlah tulisan ini mengenai manusia dan cinta kasih. Semoga dapat bermanfaat bagi kita yang membacanya. Amiin ya Allah. Dan sebarkanlah senyuman dan kasih sayang kepada sesama kita.

Minggu, 04 Maret 2012

Ilmu budaya dasar

Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar kebudayaan.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.


Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional

Latar belakang ilmu budaya dasar
latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:

1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja
2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain
3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup
4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia
5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya
6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya
7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku
8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi khususnya Dharma pendidikan.

Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia
Unsur-unsur kebudayaan

1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi

Fungsi, Hakekat dan Sifat Kebudayaan Fungsi Kebudayaan
     Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.

Kebudayaan berfungsi sebagai:
1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
2. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
3. Pembimbing kehidupan manusia
4. Pembeda antar manusia dan binatang

Hakekat Kebudayaan
1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
2. Kebudayaan itu ada sebelum generasi lahir dan kebudayaan itu tidak dapat hilang setelah generasi tidak ada
3. Kebudayan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya
4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban kewajiban

Sifat kebudayaan
1. Etnosentis
2. Universal
3. Alkuturasi
4. Adaptif
5. Dinamis (flexibel)
6. Integratif (Integrasi)

Aspek-aspek kebudayaan
1. Kesenian
2. Bahasa
3. Adat Istiadat
4. Budaya daerah
5. Budaya Nasional

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah
1. kontak dengan negara lain
2. sistem pendidikan formal yang maju
3. sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
4. penduduk yang heterogen
5. ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu

Faktor-faktor penghambat proses perubahan kebudayaan

1.faktor dari dalam masyarakat
* betambah dan berkurangnya penduduk
* penemuan-penemuan baru
* petentangan-pertentangan didalam masyarakat
* terjadinya pemberontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri

2. faktor dari luar masyarakat
* berasal dari lingkungan dan fisik yang ada disekitar manusia
* peperangan dengan negara lain
* pengaruh kebudayaan masyarakat lain


Rabu, 04 Januari 2012

Organisasi Karang Taruna RW 18



Organisasi Masyarakat : Karang Taruna

Karang taruna adalah organisasi masyarakat  generasi muda di suatu wilayah, misalnya desa, kelurahan, RT, RW, atau perumahan yang bertujuan untuk mempererat  hubungan sosial sesama warga. Karang taruna merupakan tempat menampung dan mengembangkan minat dan bakat generasi muda terhadap suatu hal, misalnya kesenian, agama, keorganisasian, kemasyarakatan, olahraga, dan lain sebagainya. Sebagai suatu organisasi, karang taruna harus memiliki struktur organisasi dan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat untuk warga sekitar serta para generasi muda di karang taruna yang tentunya terlibat dalam menjalankan program kerja tersebut.
Karang Taruna  secara resmi berdiri di Jakarta tanggal 26 September 1960. Sebagai organisasi masyarakat generasi muda, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga. Karang Taruna beranggotakan pemuda dan pemudi yang berusia 11 sampai 45 tahun(yang diatur dalam AD/ART) dan pengurus karang taruna yang berusia 17 sampai 35 tahun.
Karang taruna memiliki banyak hal positif (kelebihan) terhadap generasi muda. Hal positif dari karang taruna, yaitu :
  • Saling mengenal sesama warga
  • Menampung aspirasi generasi muda
  • Membantu warga, misalnya kerja bakti
  • Meningkatkan rasa solidaritas
  • Mengurangi terjadinya tindak kriminal
  • Menumbuhkan dan meningkatkan minat berorganisasi
  • Menumbuhkan dan meningkatkan rasa tanggung jawab
  • Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat
  • Menampung dan mengembangkan minat dan bakat generasi muda
Hal negative (kekurangan) dari karang taruna :
  • Kurang diminati oleh generasi muda
  • Kurangnya pengetahuan generasi muda tentang keorganisasian
Lambang Karang Taruna :

Minggu, 27 November 2011

Persamaan Hak Dan Persamaan Derajat Dalam Masyarakat Indonesia

Persamaan Hak
Setiap manusia mempunyai hak yang sama di bumi ini, dan persamaan hak itu tidak dibedakan oleh status sosial, usia, gender atau perbedaan apapun.
Setiap warga negara berhak mendapatkan hak-hak azasinya yang meliputi hak azasi pribadi, hak azasi ekonomi, hak azasi politik, hak azasi sosial dan kebudayaan, hak azasi mendapatkan pengayoman dan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan serta hak azasi terhadap perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan hukum.

Persamaan Derajat
Persamaan derajat adalah suatu hubungan timbal balik yang terjadi antara masyarakat dengan lingkungan di sekitarnya serta adanya persamaan hak dan kewajiban di antara satu sama lain.
Persamaan Derajat Dalam Masyarakat Indonesia
Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanaya kesamaan derajat antar rakyaknya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam pasal ..
1. Pasal 27
  • ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
  • ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2. Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3. Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh Negara.
Namun bagi masysarakat Indonesia persamaan derajat merupakan hal langka dan masih sangat kurang diperhatikan. Seperti hal nya penegakan hukum di Indonesia yang masih memandang status sosial dan lebih banyak memihak kepada orang-orang kaya dan berpengaruh di negeri ini.
Selain dalam hal penegakan hukum, kurangnya persamaan derajat juga masih dapat dilihat dalam hal toleransi sesama umat beragama di Indonesia, masyarakat Indonesia yang masih membeda-bedakan individu dan kelompok oleh agama yang dipeluknya.
Dalam hal ini adalah tugas kita sebagai warga Negara Indonesia untuk memperbaiki dan menyerukan persamaan hak dan derajat untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, juga tentunya tugas untuk pemerintah kita sekarang.

Minggu, 20 November 2011

Pesan Sosial Dalam Film “Rindu Kami PadaMu”


Rindu Kami PadaMu merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 2004 yang disutradarai oleh Garin Nugroho. Film ini dibintangi antara lain oleh Didi Petet, Nova Eliza, Fauzi Baadilla, Jaja Mihardja, Neno Warisman, Raisa Pramesi, dan Reza Bukan.
Film ini menggambarkan Islam Indonesia adalah Islam yang khas, karena dalam dinamika sosial ia tumbuh sebagai penghayatan. Islam dapat dikenali tidak saja di masjid-masjid atau surau, tapi bahkan dari hiruk-pikuk suasana pasar, ajaran itu terus saja hadir bersama interaksi masyarakat. Islam menjelma menjadi riuh-rendah dalam budaya manusia Indonesia, tapi tak pernah hilang apalagi punah. Islam berada di sana, menyatu bersama aktifitas, dihayati sebagai citra identitas, dan membentuk individu-individu yang selalu menyisakan keberislaman dalam kedirian mereka.
Melalui signifie pasar, film ini memberi kesan tentang keragaman dan kekompleksan budaya manusia Indonesia, dan melalui signifie masjid, ia tiba untuk melibatkan Islam sebagai satu bagian yang integral dari keragaman itu. Hanya saja, posisi Islam dalam keragaman budaya, bukanlah omongan sempurna tentang ajaran Islam. Dalam Rindu Kami Padamu, apa yang dapat dipandang sebagai wajah Islam, lahir dalam bentuk kritiknya terhadap banyak institusi.
Salah satunya hadir dalam gagasan tentang kubah masjid. Kubah menjadi simbolisasi Islam, yang dihadirkan sebagai bentuk parodi yang miris. Ia melibatkan institusi negara dan watak orang-orang kaya yang individualis. Meski hanya hadir, dalam perbincangan singkat antara Pak Haji Arief dengan seorang lelaki yang diceritakan tengah menghadapi problema ditinggal istri, gagasan tentang kubah masjid yang tak rampung-rampung, membiaskan ragam alasan yang begitu kuat menyorot segi moralitas orang-orang kaya dan ketidakperdulian aparat terkait.
Garin Nugroho membuat film ini penuh dengan simbol, sehingga ia berusaha menggiring penonton untuk menikmati bahasa sastra dalam film. Melalui film ini sebenarnya, kritik pada wajah umat Islam di Indonesia sedang ditampakkan, sebuah penampilan sosiologis yang menantang segala pengkhotbah risalah yang dogmatis. Seperti kata Garin sendiri suatu waktu, bahwa Film Rindu Kami PadaMu berangkat dari sebuah gagasan tentang religiusitas sebenarnya, yang selalu tampil dalam kehidupan sehari–hari, remeh-temeh namun sangat bisa menyentuh, dan tidak berupa khotbah–khotbah mengawang.
Religiusitas itu bisa muncul di mana saja, pada siapa saja, dan tidak hanya berlangsung di tempat–tempat ibadah saja. Religiusitas bisa berlangsung dalam gerak nyata hidup sehari–hari, yang dengannya kesederhanaan hidup bisa berlangsung. Rindu Kami Padamu mengantar pemikiran, bahwa Islam tidak pernah berada di tempat yang jauh, ia dekat di sini, dan ada di keseharian manusia Indonesia.

Senin, 14 November 2011

Konsep Dasar Pemrograman


Pengertian :
Algoritma : Langkah-langkah untuk menyelesaikan sesuatu masalah
Pemrograman Terstruktur : “Metode untuk mengorganisasikan dan membuat kode-kode program supaya mudah untuk dimengerti, mudah di test dan di modifikasi.”
Algoritma Pemrograman Yang Baik
Ciri-ciri algoritma pemrograman yang baik adalah :
  1. Memiliki logika perhitungan/metode yang tepat dalam memecahkan masalah
  2. Menghasilkan output yang tepat dan benar dalam waktu yang singkat
  3. Ditulis dengan bahasa yang standar secara sistematis dan rapi sehingga tidak menimbulkan arti ganda.
  4. Ditulis dengan format yang mudah dipahami dan diimplementasikan ke dalam bahasa pemrograman.
  5. Semua operasi yang dibutuhkan terdefinisi dengan jelas.
  6. Semua proses harus berakhir setelah sejumlah langkah dilakukan.
Standar Suatu Program Yang Baik
A. Standar Pemecahan masalah
teknik untuk dapat membantu memecahkan masalah antara lain teknik Top Down dan teknik Modular.
B. Standar Penyusunan Program          
1. Kebenaran logika dan penulisan
Program yang disusun harus memiliki logika dalam pemecahan masalah. Program yang dibuat harus memiliki ketepatan, ketelitian dan kebenaran sehingga menghasilkan program yang baik.
2. Waktu penulisan dan eksekusi program
3. Perawatan dan pengembangan program
Penyusunan program harus mempunyai sifat kesederhanaan dan kejelasan dari program yang nantinya akan dikembangkan dan membantu dalam perawatan.
4. Portabilitas
Bahasa pemrograman dan program yang disusun sebaiknya bisa dipakai pada berbagai tipe komputer yang berbeda-beda dan berbagai jenis sistem operasi.
Standar Perawatan Program
1. Dokumentasi
2. Penulisan Instruksi
a. Berikan keterangan untuk awal statement atau instruksi yang tergabung dalam sekelompok statement.
b. Awal dan akhir statement dari sekumpulan statement ditulis pada kolom yang sama.
c. Gunakan sebaris atau beberapa baris kosong sebagai pemisah.
d. Hindari pernyataan untuk Percabangan
(IF statement ) yang sangat rumit dan Nested Loop (Loop disalam Loop lain) yang berlebihan.
e. Gunakan “kurung buka dan tutup” dalam menulis suatu ekspresi Aritmatika atau logika.
f. Gunakan “Spasi” dalam menulis statement atau instruksi.
Sifat Penulisan Program
a. Program Oriented
Penulisan program yang struktur programnya selalu berubah, apabila kondisi data yang diproses di dalam program tersebut, bertambah volume datanya. Selain itu penulisan program ini bersifat statis dan tidak fleksibel (program animasi)
b. Data Oriented
Penulisan program yang struktur programnnya tidak selalu berubah, walaupun volume data yang diproses di dalam program tersebut, dalam jumlah besar. Selain itu pula penulisan program ini bersifat dinamis dan mempunyai tingkat fleksibilitas yang tinggi.
Kualitas Bahasa Pemrograman
1. Ekspresifitas
Bahasa pemrograman yang baik harus jelas dalam menggambarkan algoritmanya yang dibuat.
2. Definitas (dapat didefinisikan dengan baik)
Bahasa Pemrograman dapat didefinisikan dari adanya sintak dan semantic baik. Sintak dan semantic ini haruslah konsisten dan tidak bermakna ganda.
3. Tipe data dan Strukturnya
Bahasa pemrograman yang baik harus berkemampuan dalam mendukung berbagai tipe data (integer, string,real). Serta struktur data (array, record,file)
4. Modularitas
Bahasa pemrograman yang baik harus memiliki fasilitas sub program. Program yang besar dapat dikerjakan oleh beberapa pemrogram secara bersama-sama yang nantinya dengan mudah dapat digabungkan menjadi sebuah modul saja.
5. Adanya Input Output
Bahasa pemrograman yang baik harus dapat mendukung berbagai jenis model file seperti sequential, random, index dsb dalam proses masukan dan keluaran.
6. Portabilitas
Bahasa pemrograman yang dapat digunakan pada berbagai tipe mesin computer yang berbeda-beda.
7. Efisiensi
Bahasa pemrograman yang dapat mengatur banyaknya instruksi program dalam membatasi waktu tempuh pemrosesan, mengatur jumlah memori yang digunakan program,.
8. Interaktif
Bahasa pemrograman yang baik harus mudah dipelajari dan diajarkan pada user. Serta dimengerti tentang proses yang sedang dilakukannya.
9. Umum
Bahasa pemrograman yangn baik harus memiliki jangkauan yang luas untuk berbagai aplikasi pemrograman sehingga dapat bersifat bahasa serbaguna. 

Mata Kuliah : Algoritma Dan Pemrograman
Sumber : Modul Kuliah STMIK Tasikmalaya

Kamis, 27 Oktober 2011

Pengaruh Pertumbuhan Penduduk


pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.
Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.
2. Dampak negatif dari pertumbuhan penduduk
 Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798), dikatakan bahwa “ penduduk bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung. Dengan demikian pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada produksi makanan yang dibutuhkan. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi ledakan penduduk.
Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan hal ini pun
membuat pemerintah berusaha untuk mengatasinya ledakan penduduk tersebut.

3. Dampak Ledakan Penduduk antara lain :
1. Jumlah pengangguran semakin meningkat
2. Kekurangan pangan yang menyebabkan kelaparan dan gizi rendah
3. Kebutuhan pendidik, kesehatan dan perumahan sukar diperoleh
4. Terjadinya polusi dan kerusakan lingkungan
5. Tingkat kemiskinan semakin meningkat

4. Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Kemiskinan
Jumlah penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin. pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.

5. Pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap lingkungan hidup

Ujung dari semua ledakan penduduk itu adalah kerusakan lingkungan dengan segala dampka ikutannya seperti menurunnya kualitas pemukiman dan lahan yang ditelantarkan, serta hilangnya fungsi ruang terbuka. Dampak lonjakan populasi bagi lingkungan sebenarnya tidak sederhana. Persoalannya rumit mengingat persoalan terkait dengan manusia dan lingkungan hidup. Butuh kesadaran besar bagi tiap warga negara, khusunya pasangan yang baru menikah, untuk merencanakan jumlah anak.

Usaha yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi ledakan penduduk
 antara lain :
1. Memperluas lapangan kerja melalui industrialisasi
2. Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)
3. Meningkatkan produksi pangan sesuai kebutuhan penduduk
4. Melaksanakan program transmigrasi
5. Menambah sarana pendidikan dan perumahan sederhana